Berkah Ramadhan juga di rasakan para penjual online dadakan. Banyak masyarakat yang coba-coba alias iseng berjualan baju, kue lebaran dan keperluan lebaran lainnya dengan cara online yang ternyata meraup banyak keuntungan. Mereka banyak menggunakan media sosial seperti blackberry messanger, facebook, dan instagram untuk berjualan.
Jangkauan pasar yang luas dan permintaan yang meningkat saat bulan puasa membuat para penjual dadakan ini kebanjiran order. Kebanyakan pembeli adalah teman bbm dan teman-teman jauh yang sudah sering komunikasi lewat sosial media. Banyak pula pembeli dari luar kota yang menjadi teman facebook.
Berkah bulan puasa ini dirasakan Astuti, seorang penjual kue lebaran asli Surabaya ini mengaku meraup untung hingga ratusan ribu meski bulan puasa baru berjalan seminggu. “Puasa tahun kemaren hanya dijual ke teman-teman, tetangga dan saudara yang kenal saja. Puasa tahun ini coba jualan lewat online dan gak disangka banyak pesenan” kata Astuti.(Anifa)






Menjelang sore di bulan Ramadhan banyak sekali dijumpai penjual dadakan di pinggir jalan raya atau di pinggir jalan gang-gang kampung. Penjual dadakan ini kebanyakan menjual takjil berupa makanan dan minuman. Makanan dan minuman yang dijual pun sangat khas bulan puasa seperti, gorengan, kue-kue, sate usus, martabak mie, kolak, es garbis, es campur dan banyak lagi.
Bagi sebagian penjual, pekerjaan ini hanya menjadi profesi sementara di bulan Ramadhan. Banyak dari mereka adalah ibu rumah tangga dan sudah mempunyai pekerjaan lain di hari-hari biasa. Seperti Dian, salah satu penjual es campur di jalan Bratang Gede Surabaya yang mengaku bahwa jualan es campur hanya di bulan puasa saja, sementara kesehariannya sebagai ibu rumah tangga. “Saya setiap bulan puasa jualan es mbak, yaa untuk tambahan membeli keperluan lebaran, alhamdulillah untungnya lumayan” kata Dian.
Pembeli selalu ramai setiap harinya. Keuntungan para penjual ini juga cukup membuat ketagihan, dimana setiap harinya rata-rata bisa mengantongi Rp.250.000_-Rp.500.000_. “Ya lumayan mbak, kalau rame bisa dapat lima ratus ribu” kata Zulaikha, seorang penjual pepesan. “Dapetnya gak tentu, kadang Rp.150.000_, kalau rame bisa dapet Rp.250.000_” ungkap Dian, penjual es campur.
Para penjual dadakan ini mulai menggelar dagangannya sejak pukul 15.00-19.00 WIB. Pembeli kebanyakan para pengendara motor yang sedang dalam perjalanan pulang dari bekerja dan belum sempat berbuka. “Iya, setiap hari pulang kerja beli takjil di jalan karena gak sempat masak, anak kost juga” kata Reny, seorang pegawai administrasi. (Anifa)




Ramadhan agaknya menjadi momen tersendiri bagi para pengais rezeki musiman. Selain sebagai bulan berkah dimana kaum muslim memanen pahala, bulan puasa juga menjadi tempat penjual dadakan memanen rezeki.
Menjelang sore akan banyak dijumpai penjual dadakan di pinggir jalan raya atau di pinggir jalan gang-gang kampung. Penjual dadakan ini kebanyakan menjual takjil berupa makanan dan minuman. Makanan dan minuman yng dijual pun sangat khas bulan puasa seperti, gorengan, kue-kue, sate usus, martabak mie, kolak, es garbis, es campur dan banyak lagi.
Bagi sebagian penjual, pekerjaan ini hanya menjadi profesi sementara di bulan Ramadhan. Banyak dari mereka adalah ibu rumah tangga dan sudah mempunyai pekerjaan lain di hari-hari biasa. Seperti Dian, salah satu penjual es campur di jalan Bratang Gede Surabaya yang mengaku bahwa jualan es campur hanya di bulan puasa saja, sementara kesehariannya sebagai ibu rumah tangga. “Saya setiap bulan puasa jualan es mbak, yaa untuk tambahan membeli keperluan lebaran, alhamdulillah untungnya lumayan” kata Dian.
Makanan dan minuman yang dijual rata-rata  harganya masih seperti hari-hari biasa. Namun ada saja penjual yang memberi harga sedikit mahal dari harga semestinya. Seperti harga gorengan yang biasanya dua ribu dapat tiga menjadi seribuan. Harga es kolang-kaling yang semula empat ribu menjadi lima ribu.
Agar laris manis, penjual harus pintar-pintar memilih penganan apa yang akan dijual karena banyaknya saingan. Tempat strategis juga menjadi faktor penting agar mudah dijangkau pembeli terutama pengendara motor.
Pembeli selalu ramai setiap harinya. Keuntungan para penjual ini juga cukup membuat ketagihan, dimana setiap harinya rata-rata bisa mengantongi Rp.250.000_-Rp.500.000_. “ya lumayan mbak, kalau rame bisa dapat lima ratus ribu” kata Zulaikha, seorang penjual pepesan. “Dapetnya gak tentu, kadang Rp.150.000_, kalau rame bisa dapet Rp.250.000_” ungkap Dian, penjual es campur.
Para penjual dadakan ini mulai menggelar dagangannya sejak pukul 15.00-19.00 WIB. Pembeli kebanyakan para pengendara motor yang sedang dalam perjalanan pulang dari bekerja dan belum sempat berbuka. “iya, setiap hari pulang kerja beli takjil di jalan karena gak sempat masak, anak kost juga” kata Reny, seorang pegawai administrasi.
Selain penjual makanan dan minuman dadakan, bertebaran juga penjual dadakan lainnya seperti, penjual pakaian, penjual kue lebaran dan keperluan lebaran lainnya. Penjual semacam ini bisa kita temui di pasar malam, pasar taman, pasar minggu pagi seperti di Tugu Pahlawan Surabaya. Tak ketinggalan pula penjual dadakan online seperti di bbm atau sosial media lainnya.
Penjual dadakan di bulan puasa seperti sudah menjadi budaya tersendiri bagi masyarakat. Terutama di Indonesia. Dengan banyaknya penjual dadakan, masyarakat yang ingin membeli takjil tak harus pergi jauh-jauh. Hal ini sangat menguntungkan bagi para pencari takjil dan lebih menguntungkan pula bagi para penjual. sedangkan Jalanan besar di pusat kota atau di sentra-sentra kuliner biasanya sudah tersedia stand-stand penjual takjil yang memang sudah menjadi tempat tetap setiap tahunnya di bulan puasa bagi para penjual. (anifa)





Kemaren malam tepatnya pada tanggal 27 Mei 2015, saya baru saja mengikuti Kuliah Outdoor untuk mata kuliah Online Journalisme bersama teman-teman mahasiswa New Media Fisip Untag Surabaya. Kuliah outdoor ini bertempat di Co2 Library Jl. Dr Cipto Surabaya. Di sini saya berkesempatan mengikuti presentasi dan diskusi pameran MES56.



MES 56 adalah sebuah lembaga non-profit yang didirikan di Jogja pada tahun 2002 oleh sekelompok seniman, yang memfungsikan dirinya sebagai laboratorium produksi dan diseminasi gagasan seni berbasis fotografi, serta menitik beratkan pada pendekatan yang bersifat eksploratif dan eksperimental, baik secara konsep maupun konteks. Dengan tujuan untuk membangun wacana seni rupa kontemporer dan budaya visual, serta mengoptimalkan jaringan seni di wilayah Asia Tenggara melalui beberapa program seperti residensi, presentasi/diskusi, pameran, maupun proyek-proyek seni lintas disiplin. Anggota komunitas ini kebanyakan dari mahasiswa dan alumni ISI Jogja.
Diskusi yang saya ikuti kemaren membahas tentang pameran yang sebelumnya sudah di adakan di jogja pada tanggal 23 Mei 2015. Pameran tersebut menampilkan sisi lain dari Instagram. Seperti foto karya dari Benny yang menampilkan bagaimana Instagram di gunakan di Suriah. Di tengah konflik suriah ternyata ada sebuah foto selfie yang berasal dari akun Instagram di Suriah.
Bagi yang belum kenal Instagram, Instagram adalah sebuah sosial media tempat berbagi foto. Aplikasi Instagram ini dapat diunduh dan digunakan melalui alat gadget berbasis Ios, Android ataupun Windows. Penemu Instagram adalah Kevin Systrom dan Mike Krieger, mereka tergabung dalam perusahaan yang telah mereka kembangkan sendiri yaitu, Burbn, Inc. 
Foto-foto yang dibagikan di Instagram dapat diedit dulu karena Instagram menyediakan fitur edit dengan berbagai efek. selain untuk berbagi foto, Instagram juga sebagai media berbagi video. sistem Instagram kurang lebih sama dengan Twitter yang menggunakan sistem follow. dan sistem sharing seperti facebook dengan fitur like dan comment. 
Selain membahas karya-karya anggota pada pameran, diskusi juga membahas sisi menarik Instagram. Seperti jual beli di Instagram, cara mendapatkan follower dengan cepat, foto-foto gak penting yang di unggah di Instagram, fenomena hastag sekampung dan banyak lagi. Bahkan ada karya menarik dari anggota yang menampilkan foto berupa tanda hati yang dibentuk dari hastag-hastag yang banyak digunakan di Instagram. Karya foto lain juga menampilkan tembok-tembok di ruang tamu dan di tempat tongkrongan yang dipenuhi hastag yang saling bersambung.
Hasil dari diskusi ini adalah bahwa fotografi bukanlah alat utama untuk membangun Instagram, banyak pula obyek-obyek menarik lain yang menjadi unik untuk dinikmati di Instagram. Buat yang ingin mengunjungi ruang MES56 bisa datang langsung ke Jalan Mangkuyudan No. 53 A, Mantrijeron, Yogyakarta. Atau bisa kunjungi websitenya di WWW.MES56.COM.




Foto-foto Mes56



 

 


Serunya berkenalan dengan berbagai satwa dan menikmati pemandangan kebun binatang yang asri, serasa sedang di afrika. Itulah yang saya lihat dari kegembiraan anak-anak yang sedang berlibur di Kebun Binatang Surabaya. Saya sendiri sudah dua kali mengunjungi tempat ini. Pertama, saat rekreasi waktu TK, dan kedua saat liburan bersama keluarga.
Kebun Binatang Surabaya atau biasa disebut dengan KBS ini letaknya sangat strategis, yaitu berada di pusat kota. Jadi, buat para pengunjung dari luar kota tak perlu bingung-bingung untuk mencari lokasinya. Dari terminal Bungrasih, bisa naik angkot kesini. Begitu juga dari terminal Joyoboyo.
Saat liburan bersama keluarga, kami naik kereta jurusan Pasar Turi dari Bojonegoro. Selanjutnya kami naik angkot langsung jurusan KBS. Setibanya di KBS, kami sekeluarga berfoto di depan icon kota Surabaya, hiu dan buaya. Untuk foto langsung jadi hanya membayar Rp10.000 saja. Setelah itu kami ngantri tiket, harga tiket sekarang Rp15.000 perorang. Di depan KBS suasana agak riuh dengan para pedagang, apalagi saat liburan. Rata-rata selain menjajakan berbagai camilan, juga banyak dijumpai penjual kacang tanah, ternyata buat ngasih makan binatang nanti sewaktu masuk. Aku kurang tau binatang apa yang boleh di beri makan kacang, mungkin burung.
Setelah lama mengantri akhirnya kami dapat tiket masuk. Di tempat penukaran tiket kami dapat gelang tanda pengunjung. Suasana sejuk dan nyaman sangat terasa saat saya masuk. Udara yang berhembus disertai desiran angin pada daun-daun tinggi. Berbagai pohon yang rindang diiringi suara riang berbagai keluarga yang datang kesini.
Karena kami datang pagi-pagi seekali, kami sarapan dulu dengan bekal dari rumah. Setelah sarapan, perjalanan pun dimulai. Ada banyak koleksi binatang di KBS ini. Lebih dari 351 spesies dan lebih dari 2000 hewan hidup di sini. Salah satu diantaranya adalah termasuk spesies asli Indonesia dan yang terancam punah di dunia, baik Mamalia, Aves, Reptilia, dan Pisces.
Setiap kandang hewan dikelompokkan ke dalam kategori. Misalnya, unggas atau burung (Aves), di mana ada pelikan Australia, burung merak, jalak Bali, dan burung unta. Juga ada, harimau sumatera, macan tutul, harimau putih, singa, dan beruang.
Selain koleksi satwanya, ada juga berbagai wahana yang terdapat di kebun binatang ini. Seperti naik perahu menyusuri sungai, tapi dikenakan tarif sendiri untuk wahana ini. Selain itu juga ada wahana bermain anak-anak, yaitu kolam renang, kuda-kudaan, kereta api mini. Keponakanku gak mau main apa-apa, saat naik kuda-kudaan saja dia takut.
Yang paling unik yaitu aquarium besar yang ada di pojok KBS. Di sini terdapat berbagai jenis ikan. Yang sangat menarik perhatianku adalah aquarium berbentuk mobil. Ternyata berasal dari mobil bekas yang di sulap menjadi aquarium yang cantik. Sayangnya, suasana terlalu gelap karena masih banyak aquarium lama yang dari batu-batuan, jadi cahaya lampu kurang terpancar. Saat itu, kami juga melewatkan pertunjukan gajah, sayang sekali. Karena mungkin masih pagi jadi pertunjukan belum di mulai.
Setelah puas berkeliling, kami pun mengakhiri liburan menyenangkan di KBS ini. Selanjutnya sekitar pukul 1 siang kami melanjutkan perjalanan mengnjungi wisata religi Sunan Ampel hingga sore, dan kami pun kembali pulang dengan naik kereta api lagi. (Anifa)