Kemaren malam tepatnya pada tanggal 27 Mei 2015, saya baru saja
mengikuti Kuliah Outdoor untuk mata kuliah Online Journalisme bersama
teman-teman mahasiswa New Media Fisip Untag Surabaya. Kuliah outdoor ini
bertempat di Co2 Library Jl. Dr Cipto Surabaya. Di sini saya berkesempatan
mengikuti presentasi dan diskusi pameran MES56.
MES
56 adalah sebuah lembaga non-profit yang didirikan di Jogja pada tahun 2002
oleh sekelompok seniman, yang memfungsikan dirinya sebagai laboratorium
produksi dan diseminasi gagasan seni berbasis fotografi, serta menitik beratkan
pada pendekatan yang bersifat eksploratif dan eksperimental, baik secara konsep
maupun konteks. Dengan tujuan untuk membangun wacana seni rupa kontemporer dan
budaya visual, serta mengoptimalkan jaringan seni di wilayah Asia Tenggara
melalui beberapa program seperti residensi, presentasi/diskusi, pameran, maupun
proyek-proyek seni lintas disiplin. Anggota komunitas ini kebanyakan dari
mahasiswa dan alumni ISI Jogja.
Diskusi
yang saya ikuti kemaren membahas tentang pameran yang sebelumnya sudah di
adakan di jogja pada tanggal 23 Mei 2015. Pameran tersebut menampilkan sisi
lain dari Instagram. Seperti foto karya dari Benny yang menampilkan bagaimana
Instagram di gunakan di Suriah. Di tengah konflik suriah ternyata ada sebuah
foto selfie yang berasal dari akun Instagram di Suriah.
Bagi
yang belum kenal Instagram, Instagram adalah sebuah sosial media tempat berbagi
foto. Aplikasi Instagram ini dapat diunduh dan digunakan melalui alat
gadget berbasis Ios, Android ataupun Windows. Penemu Instagram adalah Kevin
Systrom dan Mike Krieger, mereka tergabung dalam perusahaan yang telah mereka
kembangkan sendiri yaitu, Burbn, Inc.
Foto-foto
yang dibagikan di Instagram dapat diedit dulu karena Instagram menyediakan
fitur edit dengan berbagai efek. selain untuk berbagi foto, Instagram juga
sebagai media berbagi video. sistem Instagram kurang lebih sama dengan Twitter
yang menggunakan sistem follow. dan sistem sharing seperti facebook dengan
fitur like dan comment.
Selain
membahas karya-karya anggota pada pameran, diskusi juga membahas sisi menarik
Instagram. Seperti jual beli di Instagram, cara mendapatkan follower dengan
cepat, foto-foto gak penting yang di unggah di Instagram, fenomena hastag
sekampung dan banyak lagi. Bahkan ada karya menarik dari anggota yang
menampilkan foto berupa tanda hati yang dibentuk dari hastag-hastag yang banyak
digunakan di Instagram. Karya foto lain juga menampilkan tembok-tembok di ruang
tamu dan di tempat tongkrongan yang dipenuhi hastag yang saling bersambung.
Hasil
dari diskusi ini adalah bahwa fotografi bukanlah alat utama untuk membangun
Instagram, banyak pula obyek-obyek menarik lain yang menjadi unik untuk
dinikmati di Instagram. Buat yang ingin mengunjungi ruang MES56 bisa datang
langsung ke Jalan Mangkuyudan No. 53 A, Mantrijeron, Yogyakarta. Atau bisa
kunjungi websitenya di WWW.MES56.COM.
Foto-foto Mes56









0 komentar:
Posting Komentar