Menjelang sore di bulan Ramadhan banyak sekali dijumpai
penjual dadakan di pinggir jalan raya atau di pinggir jalan gang-gang kampung.
Penjual dadakan ini kebanyakan menjual takjil berupa makanan dan minuman.
Makanan dan minuman yang dijual pun sangat khas bulan puasa seperti, gorengan,
kue-kue, sate usus, martabak mie, kolak, es garbis, es campur dan banyak lagi.
Bagi sebagian penjual, pekerjaan ini hanya
menjadi profesi sementara di bulan Ramadhan. Banyak dari mereka adalah ibu
rumah tangga dan sudah mempunyai pekerjaan lain di hari-hari biasa. Seperti
Dian, salah satu penjual es campur di jalan Bratang Gede Surabaya yang mengaku
bahwa jualan es campur hanya di bulan puasa saja, sementara kesehariannya
sebagai ibu rumah tangga. “Saya setiap bulan puasa jualan es mbak, yaa untuk
tambahan membeli keperluan lebaran, alhamdulillah untungnya lumayan” kata Dian.
Pembeli selalu ramai setiap harinya. Keuntungan
para penjual ini juga cukup membuat ketagihan, dimana setiap harinya rata-rata
bisa mengantongi Rp.250.000_-Rp.500.000_. “Ya lumayan mbak, kalau rame bisa dapat
lima ratus ribu” kata Zulaikha, seorang penjual pepesan. “Dapetnya gak tentu,
kadang Rp.150.000_, kalau rame bisa dapet Rp.250.000_” ungkap Dian, penjual es
campur.
Para penjual dadakan ini mulai menggelar
dagangannya sejak pukul 15.00-19.00 WIB. Pembeli kebanyakan para pengendara
motor yang sedang dalam perjalanan pulang dari bekerja dan belum sempat
berbuka. “Iya, setiap hari pulang kerja beli takjil di jalan karena gak sempat
masak, anak kost juga” kata Reny, seorang pegawai administrasi. (Anifa)



0 komentar:
Posting Komentar