Penjual Dadakan Di Bulan Puasa

by 21.57 0 komentar


Ramadhan agaknya menjadi momen tersendiri bagi para pengais rezeki musiman. Selain sebagai bulan berkah dimana kaum muslim memanen pahala, bulan puasa juga menjadi tempat penjual dadakan memanen rezeki.
Menjelang sore akan banyak dijumpai penjual dadakan di pinggir jalan raya atau di pinggir jalan gang-gang kampung. Penjual dadakan ini kebanyakan menjual takjil berupa makanan dan minuman. Makanan dan minuman yng dijual pun sangat khas bulan puasa seperti, gorengan, kue-kue, sate usus, martabak mie, kolak, es garbis, es campur dan banyak lagi.
Bagi sebagian penjual, pekerjaan ini hanya menjadi profesi sementara di bulan Ramadhan. Banyak dari mereka adalah ibu rumah tangga dan sudah mempunyai pekerjaan lain di hari-hari biasa. Seperti Dian, salah satu penjual es campur di jalan Bratang Gede Surabaya yang mengaku bahwa jualan es campur hanya di bulan puasa saja, sementara kesehariannya sebagai ibu rumah tangga. “Saya setiap bulan puasa jualan es mbak, yaa untuk tambahan membeli keperluan lebaran, alhamdulillah untungnya lumayan” kata Dian.
Makanan dan minuman yang dijual rata-rata  harganya masih seperti hari-hari biasa. Namun ada saja penjual yang memberi harga sedikit mahal dari harga semestinya. Seperti harga gorengan yang biasanya dua ribu dapat tiga menjadi seribuan. Harga es kolang-kaling yang semula empat ribu menjadi lima ribu.
Agar laris manis, penjual harus pintar-pintar memilih penganan apa yang akan dijual karena banyaknya saingan. Tempat strategis juga menjadi faktor penting agar mudah dijangkau pembeli terutama pengendara motor.
Pembeli selalu ramai setiap harinya. Keuntungan para penjual ini juga cukup membuat ketagihan, dimana setiap harinya rata-rata bisa mengantongi Rp.250.000_-Rp.500.000_. “ya lumayan mbak, kalau rame bisa dapat lima ratus ribu” kata Zulaikha, seorang penjual pepesan. “Dapetnya gak tentu, kadang Rp.150.000_, kalau rame bisa dapet Rp.250.000_” ungkap Dian, penjual es campur.
Para penjual dadakan ini mulai menggelar dagangannya sejak pukul 15.00-19.00 WIB. Pembeli kebanyakan para pengendara motor yang sedang dalam perjalanan pulang dari bekerja dan belum sempat berbuka. “iya, setiap hari pulang kerja beli takjil di jalan karena gak sempat masak, anak kost juga” kata Reny, seorang pegawai administrasi.
Selain penjual makanan dan minuman dadakan, bertebaran juga penjual dadakan lainnya seperti, penjual pakaian, penjual kue lebaran dan keperluan lebaran lainnya. Penjual semacam ini bisa kita temui di pasar malam, pasar taman, pasar minggu pagi seperti di Tugu Pahlawan Surabaya. Tak ketinggalan pula penjual dadakan online seperti di bbm atau sosial media lainnya.
Penjual dadakan di bulan puasa seperti sudah menjadi budaya tersendiri bagi masyarakat. Terutama di Indonesia. Dengan banyaknya penjual dadakan, masyarakat yang ingin membeli takjil tak harus pergi jauh-jauh. Hal ini sangat menguntungkan bagi para pencari takjil dan lebih menguntungkan pula bagi para penjual. sedangkan Jalanan besar di pusat kota atau di sentra-sentra kuliner biasanya sudah tersedia stand-stand penjual takjil yang memang sudah menjadi tempat tetap setiap tahunnya di bulan puasa bagi para penjual. (anifa)





Unknown

Developer

Cras justo odio, dapibus ac facilisis in, egestas eget quam. Curabitur blandit tempus porttitor. Vivamus sagittis lacus vel augue laoreet rutrum faucibus dolor auctor.

0 komentar:

Posting Komentar